Tampilkan postingan dengan label WANITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WANITA. Tampilkan semua postingan

MENGHARUKAN... Inilah Kisah Rahasia Dibalik Jilbab Adikku

05.01 Add Comment

Ini cerita tentang adikku Nur Annisa , gadis yang baru beranjak dewasa namun rada Bengal dan tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya rada mengkhawatirkan ibuku, banyak teman cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji.
Untuk mengantisipasi hal itu ibuku menyuruh adikku memakai jilbab, namun selalu ditolaknya hingga timbul pertengkaran pertengkaran kecil diantara mereka.
Pernah satu kali adikku berkata dengan suara yang rada keras: “Mama coba lihat deh, tetangga sebelah anaknya pakai jilbab namun kelakuannya ngga beda beda ama kita kita, malah teman teman Ani yang disekolah pake jilbab dibawa om om, sering jalan jalan, masih mending Ani, … walaupun begini-gini ani nggak pernah ma kaya gituan”.
Bila sudah seperti itu ibuku hanya mengelus dada, kadangkala di akhir malam kulihat ibuku menangis , lirih terdengar doanya: “Ya Allah, kenalkan Ani dengan hukum Engkau ya Allah “.
Pada satu hari didekat rumahku, ada tetangga baru yang baru pindah. Satu keluarga dimana mempunyai enam anak yang masih kecil kecil. Suaminya bernama Abu Khoiri, (bukan Effendy Khoiri lhoo) (entah nama aslinya siapa) aku kenal dengannya waktu di masjid.
Setelah beberapa lama mereka pindah timbul desas desus mengenai istri dari Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga dijuluki si buta, bisu dan tuli. Hal ini terdengar pula oleh Adikku, dan dia bertanya sama aku: “Kak, memang yang baru pindah itu istrinya buta, bisu dan tuli ? “..hus aku jawab sambil lalu” kalau kamu mau tau datangin aja langsung kerumahnya”.
Eehhh tuuh, anak benar benar datang kerumah tetangga baru. Sekembalinya dari rumah tetanggaku , kulihat perubahan yang drastis pada wajahnya, wajahnya yang biasa cerah nggak pernah muram atau lesu mejadi pucat pasi….entah apa yang terjadi.?
Namun tidak kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk dibuatkan Jilbab .. yang panjang, lagi .. rok panjang, lengan panjang … aku sendiri jadi bingung …. aku tambah bingung campur syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala karena kulihat perubahan yang ajaib .. yah kubilang ajaib karena dia berubah total .. tidak banyak lagi anak cowok yang datang kerumah atau teman teman wanitanya untuk sekedar bicara yang nggak karuan …
Kulihat dia banyak merenung, banyak baca baca majalah islam yang biasanya dia suka beli majalah anak muda kaya gadis atau femina ganti jadi majalah majalah islam, dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku … tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur’annya, sholat sunat nya … dan yang lebih menakjubkan lagi …. bila teman ku datang dia menundukkan pandangan … Segala puji bagi Engkau ya Allah Subhanahu wa ta’ala jerit hatiku ..
Tidak berapa lama aku dapat panggilan kerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan asing (PMA). Dua bulan aku bekerja disana aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibuku memanggil ku untuk pulang ke rumah (rumahku di Madiun).
Di pesawat tak henti hentinya aku berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala agar Adikku di beri kesembuhan, namun aku hanya berusaha, ketika aku tiba di rumah, didepan pintu sudah banyak orang, tak dapat kutahan aku lari masuk kedalam rumah, kulihat ibuku menangis, aku langsung menghampiri dan memeluk ibuku, sambil tersendat sendat ibuku bilang sama aku: “Dhi,adikkmu bisa ucapkan dua kalimat Syahadah diakhir hidupnya “.. Tak dapat kutahan air mata ini …
Setelah selesai acara penguburan dan lainnya, iseng aku masuk kamar adikku dan kulihat Diary diatas mejanya .. diary yang selalu dia tulis, Diary tempat dia menghabiskan waktunya sebelum tidur kala kulihat sewaktu almarhumah adikku masih hidup, kemudian kubuka selembar demi selembar …
… hingga tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hatiku..perubahan yang terjadi ketika adikku baru pulang dari rumah Abu Khoiri … disitu kulihat tanya jawab antara adikku dan istri dari tetanggaku, isinya seperti ini :
Tanya jawab ( kulihat dilembaran itu banyak bekas tetesan airmata ):
Annisa : Aku berguman (wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari), ibu, wajah ibu sangat muda dan cantik.
Istri tetanggaku : Alhamdulillah, sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.
Annisa : Tapi ibu kan udah punya anak enam, tapi masih kelihatan cantik.
Istri tetanggaku : Subhanallah, sesungguhnya keindahan itu milik Allah Subhanahu wa ta’ala dan bila Allah Subhanahu wa ta’ala berkehendak, siapakah yang bisa menolaknya.
Annisa : Ibu, selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku, namun aku selalu menolak karena aku pikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab asal aku tidak macam macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab, hingga aku nggak pernah mau untuk pakai jilbab, menurut ibu bagaimana?
Istri tetanggaku : Duhai Annisa, sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan mahrom kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Subhanahu wa ta’ala diakhirat nanti, jilbab adalah hijab untuk wanita.
Annisa : Tapi yang kulihat banyak wanita yang memakai jilbab yang kelakuannya nggak enak, nggak karuan.
Istri Tetanggaku : Jilbab hanyalah kain, namun hakekat atau arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami.
Annisa : Apa itu hakekat jilbab ?
Istri Tetanggaku : Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin. Hijab mata kamu dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu. Hijab lidah kamu dari berghibah (ghosib) dan kesia siaan, usahakan selalu berdzikir kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Hijab telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat. Hijab hidungmu dari mencium cium segala yang berbau busuk. Hijab tangan-tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh. Hijab kaki kamu dari melangkah menuju maksiat.
Hijab pikiran kamu dari berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu kamu. Hijab hati kamu dari sesuatu selain Allah Subhanahu wa ta’ala, bila kamu sudah bisa maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu, itulah hakekat jilbab.
Annisa : Ibu aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab, mudah mudahan aku bisa pakai jilbab, namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya.
Istri tetanggaku : Duhai Anisa bila kamu memakai jilbab itulah karunia dan rahmat yang datang dari Allah Subhanahu wa ta’ala yang Maha Pemberi Rahmat, yang Maha Penyayang, bila kamu mensyukuri rahmat itu kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah Subhanahu wa ta’ala.
Duhai Anisa, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya. Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat roh roh manusia seperti anai anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan.
Ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita. Ketika seluruh Nabi ketakutan. Ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini.
Ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya memperdulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berkeringat karena rasa takut yang luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa rupa bentuk manusia bermacam macam tergantung dari amalannya, …
.. ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis, menangis karena hari itu Allah Subhanahu wa ta’ala murka, belum pernah Allah Subhanahu wa ta’ala murka sebelum dan sesudah hari itu, hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah Subhanahu wa ta’ala dipadang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Yaumul Hisab.
Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal dihari ini, entah dengan apa nanti kita menjawab bila kita di sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung, Allah Subhanhu wa ta’ala. Di Yaumul Hisab nanti! Di Hari Perhitungan nanti!!
Sampai disini aku baca diarynya karena kulihat, berhenti dan banyak tetesan airmata yang jatuh dari pelupuk matanya, Subhanallah, kubalik lembar berikutnya dan kulihat tulisan, kemudian kulihat tulisan kecil di bawahnya: buta, tuli dan bisu, wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain mahromnya, ..
.. wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah Subhanahu wa ta’ala, wanita yang tidak pernah berbicara ghibah, ghosib dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia tak tahan airmata ini pun jatuh membasahi diary.
Itulah yang dapat saya baca dari diarynya, semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menerima Adikku disisinya, Aamiin, Subhanallah
Sumber: sholihah.web.id

BACA JUGA;

MUSLIMAH HARUS TAHU... INILAH Perbedaan Hijab, Jilbab, Khimar Dan Kerudung

Seorang Perempuan Menolak Calon Suami Karena Miskin, Apakah Diperbolehkan ?

17.25 Add Comment

Pernikahan merupakan impian setiap orang dengan orang yang mereka cintai, namun banyak pandangan masyarakat sekitar saat ini tentang wanita yang belum atau hendak menikah, wanita sering kali diidentikkan dengan matre alias cinta duit. Tak sedikit wanita yang menetapkan kriteria calon suaminya harus yang memiliki penghasilan nominal sekian, apakah hal seperti ini diperbolehkan? Selain itu, bolehkah seorang wanita menolak calon suami hanya karena laki-laki tersebut tidak memiliki uang atau pekerjaan atau miskin harta?

Kita tidak dapat melihat hal ini dari satu sisi saja, apalagi sampai menilai seorang wanita itu pemilih atau matre, karena tidak bisa dipungkiri salah satu kewajiban utama suami adalah menafkahi istrinya. Oleh karena itu memang hal seperti ini tidak bisa kita pandang remeh. Suami berdosa besar jika tidak menafkahi orang-orang yang menjadi tanggungannya, perhatikanlah sabda Rasulullah berikut ini:

"Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.”(HR. Ahmad, Abu Dawud. Al Hakim berkata bahwa sanad hadits ini shahih).

Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menganjurkan wanita untuk mempertimbangkan faktor kemampuan memberi nafkah saat memilih suami. Sebagai contoh, saat Fathimah binti Qais radiyallahu 'anha sedang menimbang seseorang yang akan dipilihnya menjadi pendamping hidup, Rasulullah menyarankan tidak memilih seorang yang fakir melainkan yang selalu berusaha untuk mencari nafkah dengan bekerja:

“Dari Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha, ia berkata: ‘Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku berkata, “Sesungguhnya Abul Jahm dan Mu’awiyah telah melamarku”. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Adapun Mu’awiyah adalah orang fakir, ia tidak mempunyai harta. Adapun Abul Jahm, ia tidak pernah meletakkan tongkat dari pundaknya”.” (HR. Bukhari-Muslim)

Akan tetapi para muslimah yang shalihah hendaknya tidak menjadikan kriteria kemampuan menafkahkan ini sebagai tujuan utama pernikahan, ingatlah bahwa Allah akan memberi kemampuan pada hambaNya yang masih miskin ketika berniat menikah, selama ia mau berusaha:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kalian. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya.” (QS. An Nur: 32)

Kesimpulannya, para muslimah yang hendak ingin menikah hendaknya jangan gegabah memilih calon pendamping, lihatlah karakternya apakah tangguh dan bersedia bekerja menafkahi keluarga? Jangan sampai memilih seorang hamba dinar yang manja dan bergantung pada kekayaan orangtua saja untuk menjadi pendamping, atau seorang yang fakir dan tidak memiliki azzam untuk menafkahi istri! Dan yang terpenting, senantiasalah melakukan shalat istikhoroh untuk memantapkan hati dalam memilih jodoh terbaik.

Semoga bermanfaat. Amiin

sumber; siraman.com

BACA JUGA;

MENGEJUTKAN... Setengah Jam Jadi Suami, Ceraikan Istri Usai Akad karena Alasan Sepele INI


Terbukti, Menyakiti Hati Istri Ternyata Bikin Seret Rezeki, Begini Rumusnya

03.02 Add Comment

Kisah ini  saya dapat tanpa sengaja. Beberapa tahun yang lalu, tepatnya sekitar tahun 1994-an saat saya berangkat kuliah, saya bertemu dengan orang yang memberikan wejangan ini. Silahkan baca dengan seksama, semoga bermanfaat bagi kita.

Hari itu saya terburu-buru berangkat ke tempat kuliah, maklum hari itu saya agak terlambat padahal hari itu mata kuliah favorit saya. Saat hujan turun tiba-tiba, saya baru sadar kalau lupa membawa mantel, akhirnya berteduhlah saya di sudut sebuah warung.

Di tempat itu saya berkenalan dengan seorang yang sangat baik, dia seorang menantu kyai pemilik pondok pesantren. Obrolan kami tambah seru saat menginjak materi rejeki bagi manusia.

Pekerjaan dia adalah pekerjaan serabutan. Dia tidak memiliki pekerjaan tetap, tetapi dia bersyukur bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dengan baik. Sandang, pangan, dan perhiasan untuk istrinya selalu tercukupi tanpa kekurangan. Itulah misteri rejeki mas, Kata orang itu pada saya
 

Saat saya tanya apa rahasianya rejeki dia selalu berlimpah, jawaban dia terletak pada selalu bersyukur, dan terpenting jangan pernah sedikitpun menyakiti atau membuat kecewa istri. Itu wejangan yang selalu diberikan oleh mertua saya, dan saya membuktikan sendiri sampai sekarang, kata orang itu dengan wajah serius.

Dengan selalu bersyukur, bahkan saat terkena musibah sekalipun, kenikmatan yang akan kita terima akan ditambah oleh Allah. Itu janji Allah, bukan main-main mas, kata orang itu. Janji Allah tentang umatnya yang mau bersyukur memang sering kita dengar dalam berbagai kotbah atau ceramah agama.

Jika kita mau menghitung berapa nikmat yang diberikan Allah pada kita, pasti tidak akan pernah habis. Itulah gambaran rasa syukur yang harus kita ungkapkan, tapi terkadang banyak manusia yang lupa mensyukuri nikmat tersebut.

Berikutnya jangan sakiti istri kita. Inilah poin yang saya pegang terus sampai sekarang. Pekerjaan seorang istri adalah pekerjaan terberat dalam keluarga. Seorang istri harus selalu melayani suami, melahirkan dengan taruhan nyawa.

Membesarkan anak dengan susah payah, terkadang rela mengorbankan waktunya agar anaknya bisa tumbuh sehat dan berbagai pengorbanan yang tak terhitung saat harus berusaha memenuhi serta melayani kebutuhan suami dan anak-anaknya. Dengan melihat beratnya tugas sang istri di atas, tegakah anda menyakiti istri anda?

Menurut orang yang saya kenal tersebut, banyak tidaknya rejeki yang dia terima terkadang tergantung pada perlakuannya pada sang istri. Saat dia keluar rumah mencari sesuap nasi dengan niat membahagiakan istrinya (saat itu dia belum punya anak), rejeki yang dia terima hari itu pasti banyak.

***
Sebaliknya jika saat berangkat mencari nafkah dia sebelumnya menyakiti hati istrinya, terkadang dia tidak mendapat hasil apapun yang bisa dibawa pulang.

Kisah di atas mungkin terkesan dibuat-buat, tetapi saya baru sadar dan merasakan sendiri saat saya sudah berkeluarga. Apa yang saya alami sama persis dengan yang dialami orang yang saya kenal beberapa tahun yang lalu tersebut.

Istri memang mempunyai peranan sangat besar dalam mendatangkan rejeki bagi kita. Mungkin doa istri mempunyai kekuatan yang dahsyat bagi sebuah keluarga. Pesan saya, jangan pernah sedikitpun menyakiti hati istri kita jika ingin rejeki kita berlimpah. Semoga kisah ini berguna bagi kita semua.


Subhanallah...Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami..
Demikianlah kisah tentang cara mendatangkan rezeki, silahkan bagikan semoga bermanfaat.
 (sumber:akhwatindonesia.net)

BACA JUGA;

MASYA ALLAH.... Indahnya Rumah Tangga Jika Suami Istri Saling Membantu

SUAMI HARUS TAHU.... INILAH 8 Sifat Suami yang Sangat Disukai Oleh Istri


Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga? Harus!!!

16.47 Add Comment

Tidak sedikit wanita yang lebih bangga menyebutkan profesinya sebagai wanita karir, baik itu guru, sekretaris, karyawan sebuah perusahaan besar, manager, atau profesi lainnya daripada menyebut dirinya sebagai ibu rumah tangga.
Surat at-Tahrim ayat 6
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim : 6)
Dari Abdullah bin Umar ra, Rasulullah saw. bersabda yang artinya: “Kaum lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya di rumah, dia bertanggung jawab atas keluarganya. Wanita pun pemimpin yang mengurusi rumah suami dan anak-anaknya. Dia pun bertanggung jawab atas diri mereka. Budak seorang pria pun jadi pemimpin mengurusi harta tuannya, dia pun bertanggung jawab atas kepengurusannya. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya.” (HR. Bukhari)

Pekerjaan ibu rumah tangga seutuhnya adalah suatu pekerjaan yang sangat mulia. Dalam satu hari harus merangkap berbagai macam pekerjaan. Dari bangun lebih awal, bersihin rumah, cucian piring, baju-baju kotor, mengumpulkan dan membuang sampah, membuatkan sarapan, menyiapkan segala kebutuhan suami dan anak, menjemur pakaian, mengantar anak ke sekolah, membantu tugas-tugas suami, tugas sekolah anak dan masih banyak lainnya.
Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga? Harus!!!
Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga? Harus!!!

Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga? Harus!!!

Bangga menjadi ibu rumah tangga? Harus!!! kenapa?karena pekerjaan itu sungguh mulia dan sesuatu yang mulia itu tidak dapat dinilai dengan nominal, tetapi dibalas dengan pahala yang berbuah Surga. Surga itu kekal abadi dan tidak ada habisnya.
Lihat bagaimana seorang pembantu rumah tangga, mereka bekerja dari pagi sampai malam untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah dan melayani majikannya demi uang. Tapi ibu rumah tangga yang mengurus segala keperluan suami dan anak, mengurus dan mengkondisikan rumah, mengatur keuangan keluarga, dan melayani segala kebutuhan bersama tanpa ada imbalan atau gaji sepeserpun. Namun Allah SWT. yang akan menggajinya dengan limpahan pahala dan Surga.
Lihat bagaimana istimewanya seorang wanita yang sudah berumah tangga dalam Islam, sholatnya, ibadahnya, membantu suami dan anak dalam meningkatkan ibadah dan dalam hal muamalah, mengandung, melahirkan, memberikan ASI, mendidik anak sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah saw., melayani suami, mencucikan pakaian suami dan lain sebagainya adalah ibadah yang pahalanya sungguh luar biasa.
“Tapi saya gak pede hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga saja, kesannya kok rendah banget ya? sekolah tinggi-tinggi, IPK cumlaude ko cuma jadi ibu rumah tangga, nanti ilmunya ga bermanfaat lagi, trus gelar sarjananya dikemanain?“.
Astaghfirullah Rendah? Apanya sih yang rendah, ga manfaat bagaimana? Siapa yang berani me-judge surga itu rendah? Surga itu tidak akan bisa diperoleh hanya dengan angan-angan saja tanpa kita melakukan apa yang sudah menjadi syaratnya.
“Tahu cuma jadi ibu rumah tangga aja buat apa sekolah tinggi-tinggi, menghabiskan waktu, tenaga, pikiran dan biaya.” Please itu hanyalah pendapat mereka yang tidak tahu betapa penting dan butuhnya sosok ibu yang cerdas, pandai, pintar, memiliki pola pikir yang hebat, disiplin, produktif, bertanggung jawab, berwawasan luas dan lain sebagainya. Justru akan lebih bangga menjadi seorang ibu yang berpendidikan tinggi, karena anak-anaknya akan terdidik oleh sarjana atau master sejak dini.
Bukan merendahkan babysitter ataupun pembantu. Boleh mencari pembantu untuk membantu meringankan tugas rumah yang seabrek-abrek. Tapi tetap, ibu rumah tangga sangat berperan dalam mengkondisikan rumah. Dan kita tidak boleh minder menjadi ibu rumah tangga. Yang terpenting adalah sudahkah menjadi ibu rumah tangga yang hebat, profesional dan handal?
Jika ingin membantu suami dalam mencari nafkah, bisa dilakukan dengan cara-cara yang tidak menyita banyak  waktu untuk keluarga, misalnya menjadi seorang guru, usaha sampingan yang bisa dikerjakan lewat media sosial atau online, dan pekerjaan lain yang tidak melepaskan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya.
Demikianlah uraian tentang Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga? Harus!!!, semoga bermanfaat dan tidak ada lagi sahabat muslimah yang malu hanya karena berprofesi sebagai ibu rumah tangga saja. Kecuali menjadi ibu rumah tangga yang totalitasnya dalam mengurus rumah kurang, seperti jarang melayani suami (segala kebutuhannya baik makanan, pakaian, kebutuhan biologisnya, dll), serta kurangnya mengurus anak (baik dalam segi mendidik, mengasuh, memberikan dan menyiapkan makanan, perhatian, mencucikan pakaiannya, kasih sayang, dll). catatanmuslimah.com
BACA JUGA;

INILAH Manfaat Buah ALPUKAT Bagi Ibu HAMIL dan JANIN

Ini Klarifikasi Wanita Berkerudung Jualan Nasi Uduk Babi yang Sempat Bikin HEBOH

02.50 Add Comment

Foto wanita berkerudung yang menjual nasi uduk babi menghebohkan dunia maya. Foto yang beredar di Facebook itu pun langsung memantik sejumlah komentar netizen.
Namun, akun atas nama Hanny Kristianto mengklarifikasi beredarnya foto wanita berjilbab yang menjajakan nasi uduk babi itu. Dalam postingannya, pria yang juga merupakan sekjen muallaf center itu mengaku telah menemui wanita berjilbab tersebut.
Berikut ini 7 fakta berdasar klarifikasi dari Hanny Kristianto.
1. Lokasi tempat makan nasi uduk babi buncit itu berada di Mal Lippo Puri, Jakarta Barat. Buka tiap Jumat-Minggu.
2. Tempat makan itu melayani jemaah dua gereja di Mal Lippo Puri. Sudah jelas tertulis di lokasi, jualannya mengandung babi dan bukan untuk muslim.
3. Wanita tersebut merupakan seorang muslimah. Dia beragama Islam, bukan Kristen Ortodoks sebagaimana kabar yang beredar sebelumnya.
4. Perempuan berjilbab itu hanya seorang pekerja, bukan pemilik.
5. Pemilik nasi uduk babi buncit ini bernama Oey Cecilia dan Tommy. Keduanya penganut Kristen Kharismatik, bukan Kristen ortodoks.
6. Wanita tersebut sudah lama bekerja dengan pemilik warung makan.
7. Dia terpaksa bekerja di nasi uduk babi buncit karena alasan ekonomi. Butuh pekerjaan untuk menghidupi dirinya dan keluarganya.

BACA JUGA:

video