Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Inilah Doa yang Diajarkan Rasulullah Saat Galau

19.45 Add Comment
SemuaTentangIslam.ID - Hampir setiap orang pernah mengalami galau. Karena tabiat manusia sering berdosa. Dan dosa menjadi sesuatu yang tak bisa lepas dalam kehidupan manusia. Berdosa juga menjadi tanda akan insaniyahnya. Karena setiap manusia pastilah berdosa sehingga dia harus menunduk dan merendahkan diri bertaubat dan memohon ampunan kepada Tuhannya.

Galau. via anakunsri.com

Berikut ini ini penawar yang diajarkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam saat galau datang, kesedihan hinggap, perasaan tak menentu menyerang. Sangat mujarab dan ampuh dosa ini sebagaimana yang dikabarkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahan (kegundahan)-nya serta menggantikannya dengan kegembiraan."

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku."

Doa di atas didasarkan pada hadits dari Abdullah bin Mas'ud radliyallah 'anhu, Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah seseorang tertimpa kegundahan (galau) dan kesedihan lalu berdoa (dengan doa di atas) . . . Melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahan (keundahan)-nya serta menggantikannya dengan kegembiraan. 

Ibnu Mas'ud berkata, "Ada yang bertanya, 'Ya Rasulallah, bolehkah kita mempelajarinya?' Beliau menjawab, 'Ya, sudah sepatutnya orang yang mendengarnya untuk mempelajarinya'." (HR. Ahmad dalam Musnadnya I/391, 452, Al-Hakim dalam Mustadraknya I/509, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya VII/47, Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 2372, Al-Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir no. 10198 –dari Maktabah Syamilah-. Hadits ini telah dishahihkan oleh Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim, keduanya banyak menyebutkannya dalam kitab-kitab mereka. Juga dihasankan oleh Al-Hafidz dalam Takhriij Al-Adzkaar dan dishahihkan oleh Al-Albani  dalam al-Kalim al Thayyib hal. 119 no. 124 dan Silsilah Shahihah no. 199.)


Silahkan di Share di media sosial, semoga menjadi kebaikan bagi Anda.

Doa Nabi Sulaiman Untuk Meminta Kekayaan, Ayo Diamalkan!!!

17.21 Add Comment
Nabi Sulaiman as adalah salah seorang Nabi yang dilimpahi kekayaan yang belum pernah ada sebelumnya. Nabi Sulaiman as dikaruniai beragam mukjizat salah satunya adalah bisa berbicara dengan hewan-hewan.

Kala itu Nabi Sulaiman menjadi penguasa yang diwarisi nabi Daud Alaihissalam. Dari manusia, jin sampai hewan-hewan pun tunduk akan perintah nabi Sulaiman. 


Nabi Sulaiman diperkenankan oleh Allah SWT untuk memerintahkan jin-jin dalam membangun bangunan dan memindahkan singgasana ratu Saba’. Dan mengajak ratu Saba’ untuk beriman kepada Allah dan meninggalkan agamanya terdahulu yaitu menyembah matahari.

Salah satu doa Nabi Sulaiman terdapat dalam Al Quran Surah Shod ayat 35. 
doa nabi sulaiman untuk kekayaan, doa nabi sulaiman doa penunduk, khasiat doa nabi sulaiman, download doa nabi sulaiman, doa nabi sulaiman untuk ratu balqis, doa nabi khidir, doa nabi yusuf, doa nabi sulaiman menundukan binatang

Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi". (QS Shaad: 35).

Allah menjawab doanya dengan memberikan anugerah dan pengetahuan yang besar serta melimpahkan kekuasaan yang besar dan wewenang yang kuat atas Nabi Sulaiman as. Dalam ayat-ayat yang menceritakan kehidupannya, berbagai perincian mengenai kekayaan, kewenangan, dan bagaimana dia menggunakan pengetahuannya telah disampaikan.


Bertubi-tubi berkah yang dikaruniakan kepada Nabi Sulaiman as membuatnya semakin bersyukur kepada sang pencipta langit dan bumi, Allah SWT. Syukur nabi Sulaiman saat dipuncak keseksesan di tuangkan kedalam sebuah doa Nabi Sulaiman:
doa nabi sulaiman untuk kekayaan, doa nabi sulaiman doa penunduk, khasiat doa nabi sulaiman, download doa nabi sulaiman, doa nabi sulaiman untuk ratu balqis, doa nabi khidir, doa nabi yusuf, doa nabi sulaiman menundukan binatang, doa nabi sulaeman, doa sulaiman, Doa nabi sulaiman untuk rezeki, doa nabi sulaiman bersyukur, doa nabi sulaiman untuk binatang, doa sulaiman dan artinya

Artinya : maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo'a: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (QS An Naml: 19)


Penjelasan doa Nabi Sulaiman di atas: 

Doa di atas baik sekali dibaca agar kita mendapatkan ilham untuk mensyukuri nikmat serta dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang beramal shalih di dunia hingga kemudian mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Doa tersebut pula yang dibaca Nabi Sulaiman a.s. yang kaya raya tidak ada bandingannya.

Awas!! Hindari Kalimat ini Saat Berdoa, ini Akibatnya !

17.06 Add Comment
Berdoa menjadi sebuah aktivitas rohani seorang hamba dengan tujuan untuk meminta sesuatu kepada Sang Pencipta. Pada umumnya, doa dilaksanakan setelah menunaikan shalat wajib ataupun shalat sunat. Doa pun akan dipanjatkan setelah menunaikan berbagai bacaan dzikir yang mengagungkan dan memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tak lupa juga menyisipkan berbagai namaNya yang terhimpun dalam Asmaul Husna sebagai bentuk mengagungkan kebesaranNya.



Selain ada adab yang harus dipatuhi agar doa bisa dikabul, ternyata ada juga larangan berupa kalimat-kalimat yang tidak boleh diucapkan ketika sedang memohon. Kalimat apakah itu?

Awas! Jangan Gunakan Kalimat Ini Saat Berdoa


Kalimat ini sebenarnya sering diucapkan oleh kaum muslimin ketika berdoa dan sebagian orang menganggap bahwa kalimat ini sangat baik. Memang jika dilihat sepintas, maka tidak ada yang salah dengan kalimat ini. Namun nyatanya Rasulullah mengetahui apa yang dikehendaki Allah dibandingkan dengan anggapan ataupun pemikiran kita.

Kalimat tersebut yaitu “Jika Engkau berkenan”. Contohnya seperti kalimat, “Ya Allah jika Engkau berkenan, ampunilah aku.” Itulah kalimat yang terlihat benar, namun sebenarnya salah dan dilarang.

Beberapa dari kita mungkin pernah mengucapkannya atau bahkan sering. Memang secara harfiah kalimat tersebut bermakna lembut dan tidak memaksa Allah ketika meminta. Namun jelas hal itu tidak diperbolehkan.


Baca juga: Kenapa "Fabiayyi 'Aalaa'i Rabbikumaa Tukadzzdzibaan" Diulang Sampai 31 Kali?

Rasulullah menyatakan dalam hadistnya,”Apabila salah seorang dari kalian berdoa, hendaklah ia sungguh-sungguh dalam memohon dan janganlah ia mengucapkan, “Ya Allah jika Engkau berkenan maka berilah aku,” karena sesungguhnya tidak ada yang dapat memaksaNya.” (HR Bukhari)

“Janganlah kalian mengucapkan, “Ya Allah ampunilah aku jika Engkau berkenan. Ya Allah rahmatilah aku jika Engkau berkenan. Tapi hendaknya ia sungguh-sungguh dalam memohon karena sesungguhnya tidak ada yang dapat memaksaNya.” (HR Bukhari)

Dalam menjelaskan hadist ini, Ibnu Abdil Barr yang merupakan ahli tafsir mengatakan bahwa tidak ada yang dapat memaksa Allah Ta’ala. Allah hanya melakukan apa yang Ia kehendaki dan Allah hanya mengabulkan apa yang Ia kehendaki pula.

Menanggapi kalimat yang ada dalam hadist tersebut, maka Ibnu Abdil Barr menyatakan bahwa haram hukumnya mengucapkan kalimat tersebut. Sementara Imam Nawawi menganggap hal itu makruh untuk diucapkan

Wallahu A’lam. [SemuaTentangIslam.ID]


*Jika Anda menyukai postingan ini, bagikan ke teman Anda di Facebook.

video