Tampilkan postingan dengan label Akhir Zaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhir Zaman. Tampilkan semua postingan

Inilah Adzab Bagi Para Pezina di Akhirat Kelak

19.46 Add Comment
SemuaTentangIslam.ID - Tidak ada satu orang pun yang luput dari dosa. Manusia pasti pernah melakukan dosa, baik kecil atau besar. Salah satu dosa besar adalah berzina. Allah telah menegaskan larangan bagi umat manusia untuk berzina, namun jika mereka masih melanggarnya. Allah akan memberikan azab yang pedih di akhirat kelak. Inilah Adzab Bagi Para Pezina di Akhirat Kelak.

Inilah Adzab Bagi Para Pezina di Akhirat Kelak

Zina merupakan salah satu perbuatan keji yang sangat dilaknat oleh Allah. Dengan berzina ia akan mendapatkan azab di dunia dan akhirat. Selain itu ketika seseorang berzina maka akan hilang kemaluannya serta kehormatannya. Bahkan dapat menyeret para pelaku zina tersebut ke berbagai jenis perilaku buruk lainnya.

Dalam satu surah telah dijelaskan bahwa Allah melarang kita untuk berzina. Bahkan mendekati zina pun sudah ditegaskan larangannya. Dalam sebuah surah lain di Al-Quran diterangkan, ketika seorang laki-laki dan perempuan berzina maka mereka harus dihukum masing-masing dengan cara 100 kali dera. Allah menegaskan bagi mereka yang menghukum untuk tidak memberikan belas kasih pada orang yang berzina. Menurut para ulama hukuman bagi pezina adalah rajam dengan melemparkan batu kepada penzina tersebut hingga mereka meninggal.

Jika pelaku zina belum bertaubat atas dosa zina mereka, maka azab kubur akan menanti bagi pezina dan akan lebih pedih lagi di akhirat nanti. Di dalam Kitab Zabur juga dijelaskan mengenai hukuman orang yang berzina. Pada akhirat kelak mereka akan dimasukkan ke neraka dan disiksa dengan cambuk besi. Selain itu kemaluan mereka akan digantung dengan begitu pedih. Ketika mereka berteriak karena sakitnya siksaan, kemudian malaikat Zabaniya datang dan ia berkata bahwa kemana saja selama ini ketika mereka tertawa-tawa dan tidak merasa diawasi Allah saat melakukan zina tersebut.

Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa zina tidak hanya melakukan hubungan intim. Namun mata juga dapat melakukan zina, yakni dengan saling memandang dengan penuh hasrat, lidah juga dapat berzina dengan berbicara kata-kata kotor, kaki juga dapat berzina karena digunakan menuju kemaksiatan. Begitu juga dengan tangan bisa berzinah dengan memegang hal-hal yang maksiat. Pada akhir zaman nanti kemaluan akan bersaksi seseorang melakukan zina atau tidak.

Ketika seorang lelaki meletakkan tangannya pada wanita dengan penuh nafsu maka pada hari kiamat ia akan didatangkan dengan tangan terbelenggu pada leher. Jika laki-laki itu menciumnya maka mulut akan digadaikan di neraka pada hari kiamat. Mulut kita tidak bisa berbohong lagi karena hanya anggota tubuh yang menjelaskan apa yang pernah kita lakukan di dunia.

Dalam sebuah hadits dijelaskan mengenai adzab yang akan diterima oleh para pezina. Terdapat 6 azab allah bagi pezina, di mana tiga adzab diberikan di dunia dan sisanya akan diberikan di akhirat. Tiga azab di dunia ialah pendeknya umur, hilangnya kharisma wajah dan kondisi susah yang berkepanjangan. Sedangkan untuk adzab di akhirat ialah buruknya hisab, akan dimasukkan ke dalam neraka dan mendapatkan murka Allah yang amat pedih.

Berdasarkan penjelasan diatas telah diketahui betapa pedihnya adzab yang akan diterima oleh penzina. Padahal kesenangan di dunia yang ia dapatkan hanya bersifat sementara, sedangkan adzab yang akan dirasakan bersifat selamanya. Lalu untuk apa kita melakukan hal tersebut. Sebagai seorang muslim, hendaknya kita memperhatikan apa yang menjadi larangan sebagai umat manusia.

Demikianlah azab bagi para pezina di akhirat kelak. Banyak sekali adzab yang akan diterima oleh para pezina, baik itu di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, sebaiknya kita senantiasa meningkatkan keimanan terhadap Allah terhindar dari adzab tersebut.

Sumber

6 Hal yang Diharamkan Rasulullah Namun Kini Dianggap Lumrah

06.46 Add Comment
SemuaTentangIslam.ID - Melalui hadits-hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan hal-hal yang diharamkan sekaligus mengabarkan bahwa perkara-perkara haram tersebut akan dianggap halal oleh sebagian umatnya.



Dan kini, prediksi Rasulullah tersebut mulai terbukti. Enam hal yang dulu diharamkan Rasulullah ini, sekarang banyak dianggap biasa.

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

“Sungguh akan ada dari umatku segolongan orang yang menghalalkan perzinaan, kain sutra (bagi laki-laki), khamr dan alat musik” (HR. Bukhari)

اِنَّمَا نَهَيْتُ عَنْ صَوْتَيْنِ أَحْمَقَيْنِ فَاجِرَيْنِ صَوْتُ مِزْمَارٍ عِنْدَ نِعْمَةٍ وَ صَوْتُ رَنَّةٍ عِنْدَ مُصِيْبَةٍ

“Sesungguhnya aku melarang dua suara yang paling bodoh dan keji, yakni suara seruling ketika sedang mendapat nikmat dan suara tangis yang keras ketika mendapat musibah” (HR. Tirmidzi dan Baihaqi; hasan)

Enam hal yang diharamkan Rasulullah dan kini mulai dianggap biasa oleh sekelompok orang adalah:


1. Perzinaan


Al Hir artinya adalah kemaluan wanita. Maksudnya, perzinaan. Perzinaan merupakan hal yang haram, bahkan mendekatinya pun dilarang. Namun di zaman sekarang, perzinaan dikemas dengan berbagai nama.

Yang personal disebut selingkuh dan menjadi salah satu fenomena yang semakin mudah dibaca di berita-berita. Ada juga perzinaan yang difasilitasi dengan sebutan “komersial” dan difaslitasi dengan tempat mulai yang semi permanen hingga hotel berbintang.

2. Kain sutera bagi laki-laki


Laki-laki diharamkan memakai sutra. Namun tidak sedikit orang yang tidak mengetahui larangan ini dan tidak sedikit pula kaum laki-laki yang melanggarnya. Dengan alasan, sutra adalah kain yang menggambarkan kelas pemakainya.

3. Khamr


Khamr alias minuman keras kini juga dikemas dengan berbagai nama yang mentereng. Selain itu, di sejumlah tempat –termasuk di Indonesia- peredaran dan penjualan khamr juga dilegalkan. Seakan-akan khamr adalah sesuatu yang halal.

4. Alat musik


Ini yang paling banyak dianggap biasa oleh banyak umat Islam. Berbagai jenis musik kini tersedia dan setiap hari diputar di televisi, radio, juga alat audio yang lain.

Secara rinci, Syaikh Yusuf Qardhawi memiliki penjelasan terkait musik atau nyanyian apa yang diharamkan dan yang bisa ditolerir kebolehannya. Misalnya musik yang bernada syahwat, membuat orang berjoget dan syairnya bathil, maka itu jelas haram. Sedangkan lagu-lagu atau nasyid yang menyemangati perjuangan dan berisi seruan dakwah, maka yang demikian dibolehkan.


5. Seruling


Ini lebih khusus dari sekedar alat musik. Suara seruling secara khusus disebutkan Rasulullah sebagai hal yang diharamkan sehingga tidak ada ulama’ terpercaya yang membolehkannya.


6. Tangisan keras saat musibah


Boleh berduka dan menangis saat tertimpa musibah, namun tidak diperbolehkan tangisan yang keras alias meraung-raung. Namun di zaman sekarang, tangisan keras seperti itu sering terjadi pada orang yang ditimpa musibah.

Wallahu a’lam bish shawab. [SemuaTentangIslam]

Subhanallah, Warga Denmark Berbaris Di Masjid Melindungi Masjid dari Serangan Brutal

03.47 Add Comment
Semua Tentang Islam - Tampak pada gambar dibawah ini, tampak warga saling berpegangan tangan membentuk barisan guna melindungi masjid dari serangan pihak tertentu.

Peristiwa tersebut terjadi di negara Denmark pasca teror di Paris beberapa waktu yang lalu. Dimana sentimen terhadap muslim meningkat sehingga warga bergotong royong menyelamatkan masjid – masjid dari perusakan atau serangan.
Anehnya, seperti di informasikan Semah Wafiah melalui Facebook (22/11), mereka yang melindungi masjid adalah non muslim. Mereka justru memiliki toleransi tinggi melindungi penganut agama lain.
Ya, begitulah rencana Allah yang maha sempurna. Semoga saja Allah memberi rahmat dan hidayah-Nya pada mereka non muslim yang tidak memerangi Islam.
Diakhiri postingannya, Semah Wafiah tak lupa mengutip ayat Al-Qur’an sebagai berikut:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan merka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS 2:e62).
Sebarkan berita ini ke teman Anda di media sosial, semoga menjadi amal kebaikan bagi Anda. 

Kiamat Sudah Dekat! Awas, 10 Pekerjaan ini Mendekatkan Diri Kepada Api Neraka

01.49 Add Comment
Dari Abu Hurairah ra dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Benar-benar akan datang kepada manusia suatu masa, pada saat itu orang tidak lagi mempedulikan dari mana ia mendapatkan harta kekayaan, apakah dari jalan yang halal ataukah jalan yang haram." (HR. Bukhari)

Musibah, bencana alam, keserakahan manusia, gaya hidup hedonis yang tamak dan rakus, semuanya merupakan pemicu munculnya ketidakseimbangan, baik pada alam maupun secara sosial. Dari sudut pandang sunnatullah, semua itu merupakan bentuk ujian yang Allah berikan kepada setiap manusia. Namun, dari sudut pandang human’s behaviour (perilaku manusia), maka semua musibah itu adalah akibat tingkah laku mereka.

Semua bencana itu akan berimbas pada problem kemanusiaan. Ekonomi merosot, persediaan pangan terancam, lahan pekerjaan menjadi sempit, sementara kebutuhan manusia terus berjalan dan cenderung melonjak, baik karena faktor pertambahan penduduk maupun berubah gaya hidup manusia yang cenderung materialistik.


Dalam kondisi seperti itu, sering kali manusia menjadi gelap mata manakala kebutuhan mereka tidak terpenuhi. Perut yang lapar dan tuntuan hidup orang-orang yang ditanggungnya (anak dan istri), mau tidak mau akan memaksa mereka untuk menempuh jalan yang mungkin saja berujung pada sikap menghalalkan segala cara; yang terpenting perut bisa diganjal, anak dan istri tidak lagi menangis kelaparan dan kebutuhannya terpenuhi.

Inilah kondisi di mana hari ini kita hidup. Faktor kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin tidak dipungkiri menjadi pemicu lahirnya keinginan manusia untuk mencari keadilan dengan cara-cara haram.

Orang-orang kaya yang hobi pamer kekayaan dan sering menjual gaya hidupnya kepada orang-orang miskin, ‘telah menambah dorongan mereka untuk melakukan apapun asal mereka bisa menikmati seperti yang selama ini mereka tonton. Maka, betapa tepatnya kondisi saat ini dengan apa yang dinubuwatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam riwayat di atas.

Rezki Allah itu sangat luas



Pameo klasik yang mengatakan bahwa ‘mencari yang haram saja sulit, apalagi yang halal’ jelas merupakan sebuah alasan yang klise dan absurd, meski realitanya demikian. Sesungguhnya mata pencaharian itu sangat banyak ragamnya. Selama ia merupakan sesuatu yang halal, baik, dan tidak melanggar ketentuan syariat, maka ia adalah pekerjaan yang diberkahi.

Seorang muslim boleh melakukannya. Apabila pekerjaan tersebut berupa sebuah kemaksiatan, kemungkaran, kezaliman, kecurangan, penipuan, atau pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan umum syariat, maka ia adalah pekerjaan yang haram, meskipun menghasilkan harta kekayaan dalam jumlah yang banyak. Seorang muslim wajib menjauhi dan meninggalkannya.

Hindari pekerjaan-pekerjaan ini:



Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah memperingatkan umatnya untuk mewaspadai pekerjaan-pekerjaan yang haram ini. Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan salah satu tanda rusaknya akhlak umat manusia dengan ketidakpedulian mereka terhadap cara mencari harta kekayaan. Di antara mata pencaharian yang dilarang adalah:

1. Pekerjaan yang berupa kesyirikan dan sihir, seperti perdukunan, paranormal, ‘orang pintar’, peramal nasib, dan hal-hal yang sejenis dan semakna dengannya.

2. Pekerjaan yang berupa sarana-sarana menuju kesyirikan, seperti menjadi juru kunci makam, membuat patung, melukis gambar makhluk yang bernyawa, dan hal-hal yang sejenis dan semakna dengannya.

3. Memperjual belikan hal-hal yang diharamkan oleh syariat, seperti bangkai, babi, darah, anjing, patung, lukisan makhluk yang bernyawa, minuman keras, narkotika, dan lain sebagainya.

Dari Abu Juhaifah ra ia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah melarang harta hasil penjualan darah, penjualan anjing, upah budak perempuan yang dipekerjakan untuk berzina (upah mucikari). Beliau melaknat perempuan yang membuat tato, perempuan yang meminta ditato, orang yang memakan harta riba, orang yang memberikan riba, dan orang yang membuat patung.” (HR. Bukhari : Kitab al-buyu’ bab mukil al-riba no. 2086, bab tsaman al-kalb no. 2238.)

Dari Jabir bin Abdillah ra bahwasanya ia telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda di Mekah pada tahun penaklukkan Mekah: “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan penjualan khamer, bangkai, babi, dan patung.” Maka ada seseorang bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang menjual lemak bangkai, karena ia bisa digunakan untuk mengecat perahu, meminyaki kulit, dan orang-orang biasa mempergunakannya untuk minyak lampu penerangan?” Maka beliau menjawab: “Tidak boleh menjualnya, ia tetap haram.”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lantas bersabda: “Semoga Allah memerangi kaum Yahudi. Ketika Allah mengharamkan atas mereka lemak bangkai, mereka mencairkannya lalu menjualnya dan memakan harganya.”(HR. Bukhari : Kitab al-buyu’ bab bai’i al-maitah wa al-ashnam no. 2236″ 90 HR. Bukhari : Kitab al-shalat bab tahrim tijarat al-khamr fi al-masjid no. 459.)

Dari ‘Aisyah radiyalaahu ‘anhuma ia berkata: “Ketika diturunkan ayat-ayat di akhir-akhir surat Al-Baqarah tentang riba (ayat 275 dst) , Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar ke masjid dan membacakannya kepada masyarakat. Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian mengharamkan perdagangan khamer, minuman keras. (HR. Muslim: Kitab al-musaqat bab tahrim alihtikar fi al-aqwat no. 1605,.)

4. Memakan harta riba.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan tinggalkanlah riba yang masih ada pada diri kalian, jika kalian benar-benar beriman. Jika kalian tidak mau melakukannya, maka terimalah pengumuman perang dari Allah dan Rasul-Nya. ” (QS Al-Baqarah [2] :278-279).

5. Menimbun bahan-bahan perdagangan di saat harganya murah dan dibutuhkan oleh masyarakat dengan tujuan meraih keuntungan yang berlipat ganda pada saat harganya melambung tinggi. Dari Ma’ mar bin Abdullah al-Anshari ra dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

“Barang siapa menimbun, ia telah berbuat salah.” Dalam lafal yang lain: "Tidak ada orang yang melakukan penimbunan selain orang yang berbuat salah.“ (HR. Ibnu Majah : Kitab al-tijarah bab al-hukrah wa al-jalb no. 2155. AI-Hafizh Ibnu Hajar berkata: sanadnya hasan.)

Dari Umar bin Khathab ra , ia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa menimbun bahan makanan yang dibutuhkan oleh kaum muslimin, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menimpakan penyakit lepra dan kebangkrutan kepadanya." (HR. Bukhari : Kitab al-ahkam bab man ustur’iya ra’iyah falam yanshah lahum no. 7150 Muslim: Kitab al-imarah bab fadhilat al-imam al-‘adil wa ‘uqubat al-jaair no. 1831.)

6. Perjudian.

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamer (minuman keras), perjudian, berkurban untuk berhala-berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan, maka jauhilah oleh kalian perbuatan-perbuatan tersebut agar kalian mendapatkan keberuntungan.

Sesungguhnya setan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran meminum khamr dan melakukan perjudian dan menghalang-halangi {melalaikan} kalian dari dzikir kepada Allah dan dari shalat. Maka mengapa kalian tidak mau berhenti? (QS Al-Maidah [5]: 90-91).

7. Memakan harta anak yatim secara dzalim.

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS An-Nisa’ [4): 10).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kalian. (QS An-Nisa’ [4]: 29).

8. Mencuri, mencopet, menjambret, dan merampok.

Pencuri laki-laki dan pencuri perempuan, maka potonglah (pergelangan) tangan-tangan mereka sebagai hukuman dari Allah atas kejahatan mereka. (QS Al-Maidah [5]: 38).

9. Mengurangi timbangan dan takaran.

Kecelakaan bagi orang-orang yang melakukan kecurangan dalam timbangan, yaitu kalau menakar milik orang lain untuk dirinya, ia meminta disempurnakan. Namun, apabila mereka menakar barang dagangan mereka untuk orang lain, ia merugikan orang lain (dengan mengurangi takaran). (QS Al-Muthaffifin: 1-3).

10. Korupsi dan penipuan terhadap rakyat.

Dari Ma’qil bin Yasar ra ia berkata: Saya mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: “Tidak ada seorang hamba pun yang diberi amanat oleh Allah untuk menjadi pemimpin sebuah masyarakat lalu ia tidak memimpin mereka dengan ketulusan (kejujuran), kecuali ia tidak akan mendapatkan bau surga.” Dalam lafal Muslim: “… kecuali Allah mengharamkan surga atasnya.“ (HR. Bukhari: Kitab al-buyu’ bab itsm man ba’a hurran no. 2227.)

11. Menunda-nunda pembayaran gaji buruh dan karyawan atau mengurangi hak-hak mereka.

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ‘Ada tiga golongan yang Aku menjadi musuh mereka; orang yang memberikan sumpah setia dengan menyebut nama-Ku lalu ia mengkhianati, orang yang menjual orang merdeka lalu ia memakan hasil penjualannya, dan orang yang mempekerjakan seorang buruh lalu si buruh menuntaskan pekerjaannya sementara ia tidak mau membayarkan upahnya.” 


Itulah tadi beberapa pekerjaan yang akan semakin merebak di akhir zaman ketika orang sudah tidak peduli lagi dengan sumber yang halal atau haram. Semoga Allah Swt selalu melindungi kita dari perbuatan tercela tersebut.

Silahkan di Share. Terima kasih telah membaca Semua Tentang Islam. Silahkan gabung di Facebook kami disini. 

Mekkah Dan Madinah Mulai Turun Salju, Prediksi Rasulullah tentang Kiamat Sangat Tepat

01.38 Add Comment
(Semua Tentang Islam) Assalamualaikum warohmatullahi wabarotaktu...Bismillah, baru-baru ini kami di tim Semua Tentang Islam mendapat informasi kalau di Arab Saudi tepatnya Mekkah sudah dihujani salju. Salju tersebut turun di pertengahan jalan tol yang menghubungkan Mekah dan Madinah. Yakinlah, sahabat Semua Tentang Islam bahwasanya dunia ini sudah mendekati akhir waktu alias kiamat. Persiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk menghadapi Hari Penghitungan nanti!

Salju mulai turun di Arab Saudi

Nah, fenomena munculnya salju di Mekkah dan Madinah sendiri perlu kita cermati baik-baik. Salju merupakan sumber komponen utama bagi terbentuknya tumbuhan, air, dan sungai di dunia ini. Saat ini, berdasarkan penelitian sains, di Jazirah Arab, tanah tandus seperti Tabuk, Palestina, bahkan Gurun Sahara yang selama ini dipenuhi dengan gurun pasir berangsur ditumbuhi tumbuhan seiring dengan turunnya salju. 

Hal itu sesuai dengan prediksi Rasulullah Saw yang pernah bersabda:

“Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai." (HR Muslim)

Berdasarkan penelitian Profesor Alfred Kroner, seorang ahli geologi terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi, Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany - dia mengatakan bahwa Era Salju Baru (New Snow Age) saat ini telah dimulai, sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah.

Syaikh Syuraim - Imam Masjidil Haram mengatakan, salju merupakan komponen utama dalam pembentukan sungai dan tumbuhan. Berjatuhannya salju di Jazirah Arab membuktikan kebenaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda, “Hari Kiamat baru akan datang setelah negeri Arab kembali menjadi padang yang hijau dan sungai-sungai.”

Beliau juga menyebutkan bahwa baru-baru ini salju telah turun di daerah Tabuk. Hal itu mengingatkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Muadz saat perang Tabuk, “Kalau umurmu panjang, maka engkau akan melihat tempat ini penuh dengan kebun-kebun.”

Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita agar kita tetap istiqomah dalam keadaan iman dan bertakwa kepada-Nya, dan mudah-mudahan kita semua terhindar dari api neraka. Aamiin. 

video